Rabu, 11 November 2009

Manfaat TIK dalam Pendidikan


Penerapan TIK yang Tepat pada Pendidikan

Dewasa ini perkembangan media teknologi digital telah berkembang dengan sangat pesat hingga implementasinya pun tidak jarang kita temui dimana pun kita berada, baik itu berupa promosi produk melalui media animasi interaktif pada sebuah layar sentuh digital, mobilisasi perangkat komputer hingga menjadi laptop / notebook, semakin canggihnya perangkat telefon genggam hingga menjadi smart phone, perbankan dan pemasaran produk melalui media online Internet, dan masih banyak lainnya. Implementasi media digital ini pun kini telah merabah ke aspek pendidikan dengan menghadirkan pembelajaran dengan media perangkat komputer pada beberapa laboratorium sekolah.

Materi yang telah diajarkan pada beberapa persekolahan antara lain seperti pengenalan photo / image editing dengan Photoshop, serta pemrosesan teks dan data dengan Microsoft Office. Namun demikian, pembelajaran ini pun hanya menjadi inisiatif dari masing-masing sekolah yang telah menyediakan sarana laboratorium komputer tersebut, tanpa adanya standardisasi pembelajaran Teknologi Informasi dan Komputer (TIK) antar sekolah-sekolah lainnya [1]. Terbukti pada beberapa persekolahan bahwa laboratiorium komputer yang telah ada, hanya digunakan saat extra-kurikuler atau tertutup untuk pembelajaran suatu kelas yang mengaplikasikan satu aplikasi komputer tertentu saja (mata pelajaran komputer). Pemanfaatan media Internet yang telah terfasilitasi pada beberapa institut pendidikan, baik itu persekolahan maupun perkampusan, pun masih dirasa belum teroptimal dengan baik karena kurangnya pengenalan, acuan, dan implementasi pemakaian fasilitas.

Sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak cukup sebuah institut pendidikan menghadirkan media digital kedalam laboratoriumnya jika tidak disertai dengan pemanfaatan yang optimal. Untuk itulah, perlu dibuat standarisasi pemanfaatan TIK dalam pendidikan dalam bentuk kurikulum yang disisipkan pada kurikulum pendidikan kon

Kurikulum yang mengintegrasikan pembelajaran TIK ini pun dapat langsung diterapkan pada tingkat pendidikan rendah, dimana pada sekolah dasar, siswa baru menerima pengenalan terhadap perangkat komputer, Internet, dan beberapa aplikasi pendukung seperti Microsoft Office. Kemudian seiring dengan meningkatnya tingkat pendidikan siswa, pada peserta didik dengan jenjang pendidikan yang lebih tinggi, sasaran proses belajar lebih ditekankan pada proses belajar efektif. Proses pembelajaran ini dapat dilakukan dengan siswa mempresentasikan ulang rangkuman dari materi-materi yang telah ia terima dari kelas-kelas sebelumnya dalam bentuk yang lebih interaktif dan menarik [3]. Proses seperti ini akan menuntut siswa untuk mengenal lebih jauh mengenai penyajian materi, seperti bagaimana memanfaatkan media aplikasi powerpoint atau flash. Selain itu proses pembelajaran pun dapat didukung dengan mengintegrasikan pembelajaran atau penyebaran materi secara online, misalnya dengan media diskusi forum [3]. Peran dari forum ini tidak tertutup sebagai media berbagi solusi dan permasalahan soal atau pekerjaan rumah, tetapi juga dapat menjadi sebagai sarana penilaian pengajar akan kemampuan pemahaman siswa-siswanya, hal ini dapat terlihat dari tanggapan seorang siswa terhadap pertanyaan atau masalah yang diungkit, baik oleh teman maupun pengajarnya, pada forum tersebut.

Dari penjabaran fungsi serta manfaat dibuatkannya kurikulum pemanfaatan TIK diatas, yang tentunya perlu distandardisasikan juga antar tiap institut pendidikan bagi peserta didiknya, bukan tidak mungkin kualitas pendidikan dapat mengarah pada perbaikan yang cukup signifikan. Dalam mengadakan standardisasi dan integrasi TIK dalam kurikulum pendidikan konvensional perlu adanya campur tangan pemerintah, terutama Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas), sebagai pihak yang bertanggung jawab dalam penyediaan, pemeliharaan, dan pemanfaatan sarana dan prasarana media teknologi digital seperti perangkat komputer tersebut.

Dengan adanya badan-badan pendidikan tersebut, hal terakhir yang belum dilakukan oleh pemerintah adalah mengadakan perubahan akan standardisasi pendidikan dengan memperbaharui kurikulum pendidikan konvensional dengan cara mengintegrasikan proses pembelajaran dengan mengadakan media TIK didalamnya, agar dapat memberikan empowerment (kendali penuh) kepada para peserta didik dalam proses pembelajaran.

Upaya-upaya peningkatan kualitas serta kuantitas pendidikan telah dilakukan oleh pihak pemerintah, walau sampai saat ini hasilnya belum memuaskan. Usaha yang dilakukan oleh pemerintah biasanya bersifat konstitusional demi mendapatkan lulusan dari sekolah yang kompetitif dan siap bersaing secara global, misalnya dengan menetapkan angka batas minimal kelulusan UAN (sebesar 4,25?). Menurut saya, hal ini bukannya cara memperbaiki mutu pendidikan melainkan justru nampak sepertinya kita hendak menjegal generasi kita.

Apabila kita amati dengan seksama, apa sebenarnya yang menjadi inti permasalahan pada dunia pendidikan, mungkin jauh lebih sulit dari menggantang asap. Berbagai hal dapat saja dipersalahkan sebagai pokok masalah yang menghambat kemajuan dunia pendidikan di Indonesia. Namun demikian, yang jelas-jelas dapat kita temukan sebagai suatu kecacatan ialah proses belajar mengajar konvensional yang mengandalkan tatap muka antara guru dan murid, dosen dengan mahasiswa, pelatih dengan peserta latihan, bagaimanapun merupakan sasaran empuk yang paling mudah menjadi sasaran bagi suara-suara kritis yang menghendaki peningkatan kualitas pada dunia pendidikan. Ketidakefektifan adalah kata yang paling cocok untuk sistem ini, sebab seiring dengan perkembangan zaman, pertukaran informasi menjadi semakin cepat dan instan, namun institut yang masih menggunakan sistem tradisional ini mengajar (di jenjang sekolah tinggi kita anggap memberikan informasi) dengan sangat lambat dan tidak seiring dengan perkembangan TIK. Sistem konvensional ini seharusnya sudah ditinggalkan sejak ditemukannya media komunikasi multimedia. Karena sifat Internet yang dapat dihubungi setiap saat, artinya siswa dapat memanfaatkan program-program pendidikan yang disediakan di jaringan Internet kapan saja sesuai dengan waktu luang mereka sehingga kendala ruang dan waktu yang mereka hadapi untuk mencari sumber belajar dapat teratasi. Dengan perkembangan pesat di bidang teknologi telekomunikasi, multimedia, dan informasi; mendengarkan ceramah, mencatat di atas kertas sudah tentu ketinggalan jaman.

IMPLIKASI TIK DI DUNIA PENDIDIKAN INDONESIA

E-education, istilah ini mungkin masih asing bagi bangsa Indonesia. e-education (Electronic Education) ialah istilah penggunaan IT di bidang Pendidikan. Internet membuka sumber informasi yang tadinya susah diakses. Akses terhadap sumber informasi bukan menjadi masalah lagi. Perpustakaan merupakan salah satu sumber informasi yang mahal harganya. (Berapa banyak perpustakaan di Indonesia, dan bagaimana kualitasnya?) Adanya Internet memungkinkan seseorang di Indonesia untuk mengakses perpustakaan di Amerika Serikat berupa Digital Library. Sudah banyak cerita tentang pertolongan Internet dalam penelitian, tugas akhir. Tukar menukar informasi atau tanya jawab dengan pakar dapat dilakukan melalui Internet. Tanpa adanya Internet banyak tugas akhir dan thesis yang mungkin membutuhkan waktu yang lebih banyak untuk diselesaikan

A. Pemanfaatan TIK Bagi Institut Pendidikan

Pesatnya perkembangan TIK , khususnya internet, memungkinkan pengembangan layanan informasi yang lebih baik dalam suatu institusi pendidikan. Dilingkungan perguruan tinggi, pemanfaatan TIK lainnya yaitu diwujudkan dalam suatu sistem yang disebut electronic university (e-University). Pengembangan e-University bertujuan untuk mendukung penyelenggaraan pendidikan, sehingga perguruan tinggi dapat menyediakan layanan informasi yang lebih baik kepada komunitasnya, baik didalam maupun diluar perguruan tinggi tersebut melalui internet. Layanan pendidikan lain yang bisa dilaksanakan melalui sarana internet yaitu dengan menyediakan materi kuliah secara online dan materi kuliah tersebut dapat diakses oleh siapa saja yang membutuhkan.

Lingkungan Akademis Pendidikan Indonesia yang mengenal alias sudah akrab dengan Implikasi TIK di bidang Pendidikan adalah UI dan ITB. Di UI, misalnya, hampir setiap Fakultas telah memiliki jaringan yang dapat di akses oleh masyarakat, memberikan informasi bahkan bagi yang sulit mendapatkannya karena problema ruang dan waktu. Hal ini juga tentunya sangat membantu bagi calon mahasiswa maupun mahasiswa atau bahkan alumni yang membutuhkan informasi tentang biaya kuliah, kurikulum, dosen pembimbing, atau banyak yang lainnya. Contoh lain adalah Universitas Swasta Bina Nusantara juga memiliki jaringan Internet yang sangat mantap, yang melayakkan mereka mendapatkan penghargaan akademi pendidikan Indonesia dengan situs terbaik. Layanan yang disediakan pada situs mereka dapat dibandingkan dengan layanan yang disediakan oleh situs-situs pendidikan luar negeri seperti Institut Pendidikan California atau Institut Pendidikan Virginia, dan sebagainya.

Pada tingkat pendidikan SMA implikasi TIK juga sudah mulai dilakukan walau belum mampu menjajal dengan implikasi-implikasinya pada tingkatan pendidikan lanjutan. Di SMA ini rata-rata penggunaan internet hanyalah sebagai fasilitas tambahan dan lagi TIK belum menjadi kurikulum utama yang diajarkan untuk siswa. TIK belum menjadi media database utama bagi nilai-nilai, kurikulum, siswa, guru atau yang lainnya. Namun prospek untuk masa depan, penggunaan TIK di SMA cukup cerah.

Selain untuk melayani Institut pendidikan secara khusus, adapula yang untuk dunia pendidikan secara umum di indonesia. Ada juga layanan situs internet yang menyajikan kegiatan sistem pendidikan di indonesia. situs ini dimaksudkan untuk merangkum informasi yang berhubungan dengan perkembangan pendidikan yang terjadi dan untuk menyajikan sumber umum serta jaringan komunikasi (forum) bagi administrator sekolah, para pendidik dan para peminat lainnya. Tujuan utama dari situs ini adalah sebagai wadah untuk saling berhubungan yang dapat menampung semua sektor utama pendidikan. Contoh dari situs ini adalah www.pendidikan.netDisamping lingkungan pendidikan, misalnya pada kegiatan penelitian kita dapat memanfaatkan internet guna mencari bahan atau pun data yang dibutuhkan untuk kegiatan tersebut melalui mesin pencari pada internet. Situs tersebut sangat berguna pada saat kita membutuhkan artikel, jurnal ataupun referensi yang dibutuhkan. Situs tersebut contohnya seperti google.com atau searchindonesia.com atau sumpahpalapa.netInisiatif-inisiatif penggunaan IT dan Internet di luar institusi pendidikan formal tetapi masih berkaitan dengan lingkungan pendidikan di Indonesia sudah mulai bermunculan. Salah satu inisiatif yang sekarang sudah ada adalah situs penyelenggara “Komunitas Sekolah Indonesia”. Situs yang menyelenggarakan kegiatan tersebut contohnya plasa.com dan smu-net.com

B. TIK Sebagai Media Pembelajaran Multimedia

Kerjasama antar pakar dan juga dengan mahasiswa yang letaknya berjauhan secara fisik dapat dilakukan dengan lebih mudah. Dahulu, seseorang harus berkelana atau berjalan jauh menempuh ruang dan waktu untuk menemui seorang pakar untuk mendiskusikan sebuah masalah. Saat ini hal ini dapat dilakukan dari rumah dengan mengirimkan email. Makalah dan penelitian dapat dilakukan dengan saling tukar menukar data melalui Internet, via email, ataupun dengan menggunakan mekanisme file sharring dan mailing list. Bayangkan apabila seorang mahasiswa di Sulawesi dapat berdiskusi masalah teknologi komputer dengan seorang pakar di universitas terkemuka di pulau Jawa. Mahasiswa dimanapun di Indonesia dapat mengakses pakar atau dosen yang terbaik di Indonesia dan bahkan di dunia. Batasan geografis bukan menjadi masalah lagi.

Sharing information juga sangat dibutuhkan dalam bidang penelitian agar penelitian tidak berulang (reinvent the wheel). Hasil-hasil penelitian di perguruan tinggi dan lembaga penelitian dapat digunakan bersama-sama sehingga mempercepat proses pengembangan ilmu dan teknologi.

Virtual university merupakan sebuah aplikasi baru bagi Internet. Virtual university memiliki karakteristik yang scalable, yaitu dapat menyediakan pendidikan yang diakses oleh orang banyak. Jika pendidikan hanya dilakukan dalam kelas biasa, berapa jumlah orang yang dapat ikut serta dalam satu kelas? Jumlah peserta mungkin hanya dapat diisi 40 - 50 orang. Virtual university dapat diakses oleh siapa saja, darimana saja. Penyedia layanan Virtual University ini adalah www.ibuteledukasi.com . Mungkin sekarang ini Virtual University layanannya belum efektif karena teknologi yang masih minim. Namun diharapkan di masa depan Virtual University ini dapat menggunakan teknologi yang lebih handal semisal Video Streaming yang dimasa mendatang akan dihadirkan oleh ISP lokal, sehingga tercipta suatu sistem belajar mengajar yang efektif yang diimpi-impikan oleh setiap ahli TIK di dunia Pendidikan. Virtual School juga diharapkan untuk hadir pada jangka waktu satu dasawarsa ke depan. Bagi Indonesia, manfaat-manfaat yang disebutkan di atas sudah dapat menjadi alasan yang kuat untuk menjadikan Internet sebagai infrastruktur bidang pendidikan.

MANFAAT TIK UNTUK KOMUNITAS SEKOLAH

Manfaat TIK Bagi Guru Efisien dan efektif, mperkecil kesalahan persepsi, mengatasi kekurangan alat, Mengembangkan kemampuan tik dengan belajar mandiriBerinisiatif Inovatif Kreatif dan bertanggung jawab. Berkomunikasi dengan sesama guru secara regional, nasional maupun internasional, Memperoleh materi ajar secara cepat dan murah dalam upaya mengembangkan bahan ajar. Manfaat TIK Bagi Siswa Interaksi siswa dan guru melalui e-mail, Interaksi siswa dengan siswa melalui millis, Interaksi siswa dengan siswa dan guru bersama-sama., Interaksi siswa dengan siswa dan guru bersama-sama, Interaksi siswa dengan siswa dan guru bersama-sama. Manfaat tik untuk tenaga adminstrasi Data induk, Data guru, Data siswa, Keuangan, Psb, Adm akademik( absensi pelanggaran, nilai/tugas dll), Fasek, Data lain-lain. Manfaat TIK untuk perpustakaan Data buku, Data peminjam, Data pengunjung, E-book, Dll. Manfaat TIK untuk orang tua siswa Web Kehadiran siswa, Jenis aktivitas siswa, Jadwal belajar, Nilai, Informasi umum.

Terhadap Pembelajaran di sekolah

Kita harus tahu bahwa untuk memanfaatkan TIK dalam hal pembelajaran tidak semudah dibayangkan.Perlu beberapa syarat yang harus dipenuhi demi terwujudnya pemanfaatan TIK dalam pembelajaran,diantaranya :

  1. Adanya akses teknologi internet untuk guru maupun siswa,baik di dalam kelas,sekolah,maupun lembaga pendidikan guru,
  2. Adanya materi yang bermutu bagi guru dan siswa,
  3. Guru harus harus produktif terhadap perkembangan TIK.

Selain itu,untuk menghindari pemanfaatan teknologi yang kurang bermanfaat apalagi dalam hal negatif oleh siswa karena pembelajaran TIK antar siswa dengan cepat maka mengarahkan pemanfatan TIK dalam pembelajaran menjadi sangat penting sehingga siswa disibukkan dengan eksplorasi subjek positif dalam penggunaan TIK.Bentuk nyatanya dapat berupa penugasan pencarian artikel,sumber bacaan,atau pengiriman tugas(PR) melalui e-mail

Dan juga harus tercipta kemudahan akses internet di lingkungan yang terkontrol seperti di sekolah atau rumah melebihi kemudahan akses di tempat umum seperti warnet agar aktivitas on-line siswa lebih terkontrol.

Beberapa pemanfaatan TIK dalam pembelajaran diantaranya :

  1. Presentasi
  2. Demonstrasi
  3. Kelas Virtual

Blog sekarang memang menjadi tempat bagi semua orang seperti pelajar untuk munumpahkan semua ilmu dan aktifitas sehari-harinya. Dengan menulis di Blog kita dapat :

  • Mengembangakan kreatifitas kalian dalam menulis. Selain itu apabila tulisan kalian bagus maka kita akan mendapatkan komentar sebagai bentuk penghormatan terhadap tulisan kita,
  • Mempersiapkan diri kita untuk bersaing di dunia global yang menuntut kita terjun dalam teknologi, nah apabila kita terbiasa menulis di Blog maka kita akan terbiasa menggunakan teknologi dalam menjalani kehidupan.

Dengan e-mail,kita bisa mengirimkan tugas yang diberikan oleh guru tanpa harus bertatap muka langsung. Dan dengan menjelajah internet,kita akan tahu banyak hal yang bisa di dapat melalui internet seperti mencari artikel yang berkaitan dengan mata pelajaran di sekolah. Ini semua sangat menunjang sekali terhadap proses belajar di sekolah.

Manfaat TIK untuk komunitas sekolah

Manfaat TIK bagi guru efisien dan efektif, memperkecil kesalahan persepsi, mengatasi kekurangan alat, mengembangkan kemampuan tik dengan belajar mandiri berinisiatif inovatif kreatif dan bertanggung jawab. Berkomunikasi dengan sesama guru secara regional, nasional maupun internasional, memperoleh materi ajar secara cepat dan murah dalam upaya mengembangkan bahan ajar.

Manfaat TIK bagi siswa

Interaksi siswa dan guru melalui e-mail, interaksi siswa dengan siswa melalui millis, interaksi siswa dengan siswa dan guru bersama-sama.

Manfaat TIK untuk tenaga adminstrasi

Data induk, data guru, data siswa, keuangan, psb, adm Akademik (absensi pelanggaran, nilai/tugas dll), fasek, data lain-lain. Manfaat TIK untuk perpustakaan data buku, data peminjam, data pengunjung, e-book, dll.

Manfaat TIK untuk orang tua siswa

Web Pengumumam, potret sekolah, sms kehadiran siswa, jenis aktivitas siswa, jadwal Belajar, nilai, informasi umum, kelulusan.

STRATEGI PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN BERBASIS TIK

Menurut pemanfaatannya, TIK di dalam pendidikan dapat dikategorisasikan menjadi 4 (empat) kelompok manfaat.

Pertama, TIK sebagai Gudang Ilmu Pengetahuan, di kelompok ini TIK dimanfaatkan sebagai sebagai Referensi Ilmu Pengetahuan Terkini, Manajemen Pengetahuan, Jaringan Pakar Beragam Bidang Ilmu, Jaringan Antar Institusi Pendidikan, Pusat Pengembangan Materi Ajar, Wahana Pengembangan Kurikulum, dan Komunitas Perbandingan Standar Kompetensi.

Kedua, TIK sebagai Alat bantu Pembelajaran, di dalam kelompok ini sekurang-kurangnya ada 3 fungsi TIK yang dapat dimanfaatkan sehari-hari di dalam proses belajar-mengajar, yaitu :

  1. TIK sebagai alat bantu guru yang meliputi: Animasi
    Peristiwa, Alat Uji Siswa, Sumber Referensi Ajar, Evaluasi Kinerja Siswa,
    Simulasi Kasus, Alat Peraga Visual, dan Media Komunikasi Antar Guru. Kemudian

  2. TIK sebagai Alat Bantu Interaksi Guru-Siswa yang meliputi: Komunikasi
    Guru-Siswa, Kolaborasi Kelompok Studi, dan Manajemen Kelas Terpadu. Sedangkan

  3. TIK sebagai Alat Bantu Siswa meliputi: Buku Interaktif , Belajar Mandiri,
    Latihan Soal, Media Illustrasi, Simulasi Pelajaran, Alat Karya Siswa, dan media
    Komunikasi Antar Siswa.

Ketiga, TIK sebagai Fasilitas Pembelajaran, di dalam
kelompok ini TIK dapat dimanfaatkan sebagai: Perpustakaan Elektronik, Kelas
Virtual, Aplikasi Multimedia, Kelas Teater Multimedia, Kelas Jarak Jauh, Papan
Elektronik Sekolah, Alat Ajar Multi-Intelejensia, Pojok Internet, dan
Komunikasi Kolaborasi Kooperasi (Intranet Sekolah).

Keempat, TIK sebagai Infrastruktur Pembelajaran, di dalam kelompok ini TIK kita temukan dukungan teknis dan aplikatif untuk pembelajaran – baik dalam skala menengah maupun luas – yang meliputi: Ragam Teknologi Kanal Distribusi, Ragam Aplikasi dan Perangkat
Lunak, Bahasa Pemrograman, Sistem Basis Data, Komputer Personal, Alat-Alat Digital, Sistem Operasi, Sistem Jaringan dan Komunikasi Data, dan Infrastruktur Teknologi Informasi (Media Transmisi). Berangkat dari optimalisasi pemanfaatan TIK untuk pembelajaran tersebut kita berharap hal ini akan memberi sumbangsih besar dalam peningkatan kualitas SDM Indonesia yang cerdas dan kompetitif melalui pembangunan masyarakat berpengetahuan (knowledge-based society).

Pentingnya Penggunaan Perangkat TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi) di perpustakaan

Telah banyak manfaat komputer dalam kehidupan kita sehari-hari sangatlah beragam, mulai sebagai alat bantu menulis, menggambar, mengedit foto, memutar video, memutar lagu sampai analisis data hasil penelitian maupun untuk mengoperasik an program-program penyelesaian problem-problem ilmiah, industri dan bisnis. Sekarang para manajer, para pendidik, para pejabat, peneliti, dan masyarakat l uas telah banyak menggunakan komputer dalam kehidupan dalam kehidupan sehari-harinya sebagai alat Bantu yang sangat berguna untuk menyelesaikan pekerjaan yang sangat melelahkan dan memakan waktu lama.Perkembangan dalam dunia komputer, yang memiliki kemampuan seperti alamnya perpustakaan yaitu mencari, mengolah, menyimpan, dan menemukan kembali informasi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar